website templates

Situs mayantara ini adalah ruang cerita tentang warisan bahari Nusantara – suatu tradisi beribu tahun, yang, tak sampai 75 tahun silam, membuahkan yang kini Anda kenali sebagai ‘pinisi’.







Amanah berabad-abad inilah yang pada tahun 2017 dicatat oleh UNESCO pada Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Manusia – artinya, yang didaftarkan itu bukan ‘bendanya’ pinisi, tetapi semua unsur ‘bukan benda’, hal-hal yang ‘tak dapat dipegang’, tetapi tetap berhubungan erat dengan cara membuat dan melayarkan perahu. Memang, definisi UNESCO akan Warisan Budaya Takbenda berbunyi, “sekumpulan tradisi dan bentuk ekspresi yang masih hidup, yang diwariskan dari nenek moyang kita dan diteruskan kepada keturunan kita”; dan, ya, itulah yang coba kami sajikan pada laman-laman ini.

Mobirise

Situs ini bisa Anda akses lewat dua cara. (i) Ada laman-laman ‘umum’ yang berusaha menelaah beragam aspek warisan itu secara mendetail, sehingga seyogianya ditampilkan dengan menggunakan komputer; laman awalnya dapat dibuka di sini. Dan ada pun (ii), serangkaian laman yang dikhususkan untuk telepon genggam – salah satu dari laman-laman itulah yang tadi Anda buka dengan memindai kode batang. Kode-kode batang itu terpasang di berbagai lokasi di Tana Beru, Lemo-Lemo, Panrang Luhuk dan Ara, dan masing-masing laman yang dimunculkannya membahas salah satu topik tentang tradisi pembuatan perahu dan sejarahnya yang mungkin menjadi pertanyaan Anda. Daftar titik dan fokus pembahasannya bisa Anda dapatkan di sini.



Dan ya - program ini dibiayai oleh

Mobirise